Sabtu, 08 November 2014


                                          Diman Sunyi di Keramaian Kota
       Minggu, 9 November 2014, ruas-ruas jejalan Alun-Alun Garut dipadati oleh orang-orang yang enggan melewatkan moment car free day. Di tengah keramaian itu, Diman, penjual bacil, dengan kondisi tubuh yang hampir roboh, berdagang diantara orang-orang yang tengah  nyaman menikmati mentari di kaki pagi.
      Selepas dari pekerjaan sebelumnya sebagai kuli pasar, kini beliau melecut di usaha dagang ini selama 4 bulan. Beliau berjualan demi sesuap nasi, merajut hidup dengan semangat pasti. Kendati dengan pendapatan 20.000 perhari, namun cukup membuatnya berbangga hati menyambung hidup demi hari,
      “di usia saya yang sudah tua, justru saya mah tidak ingin mendiamkan kaki.  Inginnya teh terus gerak, supaya  tidak ada hari jenuh.” Ucap lelaki sepertiga abad ini. Senyumannya yang tak habis menjadi penyemangat hidupnya di langit-langit Garut.

   (menunggu pembeli )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar