Diman Sunyi di Keramaian Kota
Minggu, 9 November 2014, ruas-ruas jejalan
Alun-Alun Garut dipadati oleh orang-orang yang enggan melewatkan moment car free day. Di tengah keramaian itu,
Diman, penjual bacil, dengan kondisi tubuh yang hampir roboh, berdagang diantara
orang-orang yang tengah nyaman menikmati
mentari di kaki pagi.
Selepas dari pekerjaan sebelumnya sebagai
kuli pasar, kini beliau melecut di usaha dagang ini selama 4 bulan. Beliau berjualan
demi sesuap nasi, merajut hidup dengan semangat pasti. Kendati dengan
pendapatan 20.000 perhari, namun cukup membuatnya berbangga hati menyambung
hidup demi hari,
“di usia saya yang sudah tua, justru saya mah tidak ingin mendiamkan kaki. Inginnya teh
terus gerak, supaya tidak ada hari jenuh.”
Ucap lelaki sepertiga abad ini. Senyumannya yang tak habis menjadi penyemangat hidupnya
di langit-langit Garut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar